Posted by: amrandazmind | October 8, 2006

BEBERAPA SIFAT NABI SAAW

Anas bin Malik berkata: Rambut Rasulullah saaw ikal, tidak keriting dan tidak lurus, kemudian terurai sehingga sampai ke bahu baginda. Bentuk tubuh Rasulullah saaw tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Baginda tidak terlalu putih dan tidak terlalu hitam. Baginda diutuskan oleh Allah ketika berusia 40 tahun. Seorang wanita Yahudi pernah datang kepada Rasulullah saaw dengan membawa hidangan daging kambing yang diracuni. Rasulullah saaw pun memakan hidangan itu. Setelah diketahui ada racunnya, maka wanita itu dihadapkan kepada Rasulullah saaw. Ketika ditanya tentang perbuatan tersebut, dia menjawab: Aku memang bermaksud hendak membunuhmu. Rasulullah saaw bersabda: “Allah tidak akan memberikan kekuasaan kepadamu untuk melakukan hal itu.” Para Sahabat bertanya: Bolehkah kami membunuh wanita ini? Rasulullah saw bersabda: “Jangan!” Aku akan selalu mengenali wanita itu.
Dari Anas ra katanya: Sesungguhnya Nabi saaw pernah datang ke rumahku ketika ibuku tidak di rumah. Beliau beristirahat yaitu tidur siang di rumahku. Manakala di saat tidur itulah baginda mengeluarkan banyak keringat. Ketika ibuku datang dan melihat beliau berkeringat, ibuku mengumpulkan keringat tersebut kemudian memasukkannya ke dalam botol kecil. Kemudian Nabi saaw bertanya kepada ibuku: “Apa ini?” Beliau menjawab: “Keringatmu. Aku mencampurnya dengan minyak wangiku. Tak ada yang lebih harum daripada keringatmu.”
Dari Abu Hurairah ra katanya: Rasulullah saaw bersabda: “Setiap Nabi mempunyai doa yang mudah dimakbulkan. Aku ingin menyimpan doaku tersebut, untuk memberi syafaat kepada umatku pada Hari Kiamat nanti.” [HR. Bukhari, Muslim, At-Tarmidzi]
Dari Abu Hurairah ra katanya: Nabi s.a.w telah bersabda: “Sekiranya tidak akan menyusahkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan mereka bersiwak yaitu membersihkan gigi setiap kali hendak mendirikan shalat. [HR. Bukhari, Muslim, At-Tarmidzi]
Dari Anas ra katanya: Penduduk Makkah telah meminta kepada Rasulullah saaw supaya menunjukkan kepada mereka satu bukti. Lalu Rasulullah saw memperlihatkan kepada mereka mukjizat pembelahan bulan sebanyak dua kali. [HR. Bukhari, Muslim, At-tarmidzi, Ahmad]
Dari Sahl bin Saad ra katanya: Rasulullah s.a.w bersabda ketika peperangan Khaibar: “Aku akan berikan bendera ini kepada seorang lelaki, dengan tangannyalah Allah akan memberi kemenangan, yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai Allah dan RasulNya.” Semalaman orang ramai berbicara siapakah yang akan diberi bendera oleh Rasulullah saaw. Keesokan harinya mereka pergi mendapatkan Rasulullah saaw dan berharap supaya Rasulullah saaw memberi bendera itu kepada mereka. Rasulullah saaw bertanya: “Di manakah Ali?” Mereka berkata: “Beliau, wahai Rasulullah? Tetapi matanya sakit.” Kemudian mereka pergi mendapatkan Ali dan membawanya kepada Rasulullah saaw. Maka Rasulullah saaw meludah ke dalam matanya serta berdoa untuknya. Setelah itu mata Ali sembuh seperti sebelumnya, lalu Rasulullah saaw memberikan bendera itu kepadanya. Ali berkata: “Wahai Rasulullah! Aku akan memerangi mereka sehingga mereka seperti kita.” Rasulullah saaw bersabda: “Lakukan dengan berhati-hati sehingga kamu sampai ke wilayah mereka, kemudian serulah mereka pada agama Islam dan beritahu mereka tentang kewajiban mereka terhadap hak Allah. Demi Allah, sekiranya seseorang lelaki diberi petunjuk oleh Allah kerana kamu, adalah lebih baik bagimu daripada memiliki beberapa ekor keledai.” [HR. Bukhari, Muslim, Ahmad]
Dari Abu Hurairah ra katanya: Pada suatu hari, Rasulullah saaw shalat mengimami kami. Setelah selesai shalat baginda bersabda: “Wahai Fulan! Mengapa kamu tidak membaguskan shalatmu? Bukankah seseorang yang shalat itu akan memerhatikan bagaimana dia shalat kerana sesungguhnya dia shalat untuk dirinya sendiri. Demi Allah sesungguhnya aku dapat melihat ke belakangku sebagaimana aku melihat di hadapanku. [HR. Bukhari, Muslim, An-Nasai, Ahmad]
Dari Salamah bin al-Akwa’ ra katanya: Kami keluar bersama Rasulullah saaw dalam satu peperangan. Kami telah mengalami kesusahan sehingga kami berfikir untuk menyembelih sebahagian dari binatang tunggangan kami. Lalu Rasulullah saaw memerintahkan kami supaya mengumpulkan segala bekal kami. Kami membukanya di atas hamparan kulit, maka terkumpulah semua bekal di atas hamparan itu. Aku coba membuat anggaran berapa banyakkah bekal yang telah terkumpul itu. Menurut perkiraanku bekal yang terkumpul itu sebanyak satu kandang kambing, sedangkan kami sebanyak 1.400 orang. Kemudian kami makan sehinggalah kami kenyang semuanya dan kami masih dapat mengisi kembali wadah-wadah kami. Kemudian Nabi saaw bertanya: Adakah kamu mempunyai air untuk berwuduk? Kemudian datang seorang lelaki membawa wadahnya yang berisi sedikit air. Maka Rasulullah saaw menuangkan air itu ke dalam satu mangkuk. Kemudian kami sebanyak 1.400 orang dapat berwuduk semuanya dengan sempurna dan dapat menuangkan air dengan deras. [HR. Bukhari]
Dari Anas ra katanya: Sesungguhnya Nabi sasw pada suatu hari meminta air, lalu baginda diberikan tempat air. Orang ramai diajak mengambil wuduk dengan air tersebut. Maka aku hitungkan jumlahnya orang yang mengambil wuduk, antara 60-80 orang. Kemudian aku perhatikan air keluar dari celah-celah jari tangan baginda. [HR. Bukhari]
Dari Abu Hurairah ra katanya: Pada suatu hari Rasulullah saaw bersabda: Aku adalah Tuan manusia (Sayyidun Nas) pada Hari Kiamat. Tahukah kamu apa sebabnya? Pada Hari Kiamat, Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian pada satu kawasan yang luas. Ada penyeru yang memperdengarkan kepada mereka dan ada penglihatan yang mengawasi setiap orang dari mereka. Jarak matahari begitu dekat sehingga manusia pada ketika itu berada pada puncak kesusahan dan kepayahan yang amat dahsyat, mereka tidak berkuasa untuk menanggung keadaan tersebut. Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain: ‘Tidakkah kamu tahu apa yang sedang kamu alami. Tidakkah kamu rasakan kepayahan yang telah menimpa kamu? Tidakkah kamu mempunyai pendapat, siapa yang dapat memintakan syafaat kepada Tuhan kamu?’ Maka sebagian dari mereka mengusulkan agar menemui Nabi Adam as. Maka mereka menemui Nabi Adam as lalu berkata: ‘Wahai Adam! Engkau adalah bapa manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tanganNya dan meniupkan roh ke dalam dirimu. Dia juga memerintahkan para Malaikat supaya sujud kepadamu. Mintakankah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami? Tidakkah engkau melihat kepayahan yang menimpa kami?’ Nabi Adam as berkata: ‘Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Dulu, aku dilarang mendekati sebatang pohon, tetapi aku mendurhakaiNya. Pergilah kepada orang lain. Pergilah kepada Nabi Nuh as.’ Maka mereka pun pergi menemui Nabi Nuh as lalu berkata: Wahai Nuh! Engkau adalah Rasul pertama di atas bumi dan Allah menyebutmu hamba yang banyak bersyukur. Mintakanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami?’ Beliau berkata kepada mereka: ‘Pada hari ini, Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Dulu aku berdoa dengan doa yang mencelakakan kaumku. Pergilah kamu kepada Nabi Ibrahim as.’ Begitu seterusnya, hingga mereka menemui Nabi Ibrahim as, Musa as dan akhirnya mereka pergi kepada Nabi Isa as lalu berkata: “Wahai Isa! Engkau adalah utusan Allah. Engkau telah berbicara kepada manusia semasa engkau masih dalam buaian. Engkau adalah kalimahNya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan roh dariNya. Mintakanlah untuk kami syafaat kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami?” Nabi Isa a.s, berkata: “Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah, kemarahan yang tidak pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Beliau tidak menyebutkan dosanya. Diriku, diriku. Pergilah kepada orang lain. Pergilah kepada Nabi Muhammad saaw.” Maka mereka telah mendatangiku dan berkata: “Wahai Muhammad! Engkau adalah Utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampunimu, dosa yang terdahulu dan yang terkemudian. Syafaatilah kami di hadapan Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami?” Akupun berangkat. Sesampainya di bawah Arasy, aku bersujud kepada Tuhanku. Kemudian Allah membukakan kepadaku dan memberiku ilham, berupa puji-pujian bagiNya dan sanjungan kepadaNya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorangpun sebelumku. Kemudian difirmankan: ‘Wahai Muhammad angkatlah kepalamu. Mintalah, engkau pasti diberi. Berikanlah syafaat, syafaatmu diterima.’ Aku mengangkat kepala sambil berkata: ‘Wahai Tuhanku. Umatku, umatku.’ Maka Allah berfirman: ‘Wahai Muhammad. Masukkanlah umat-umatmu yang tidak harus dihisab ke dalam Syurga melalui pintu sebelah kanan di antara pintu-pintu Syurga. Mereka juga boleh masuk bersama orang lain yaitu ahli Syurga yang bukan termasuk golongan di atas dari pintu-pintu lain.’ Demi Zat yang menguasai jiwa Muhammad sesungguhnya jarak antara dua pintu Syurga itu, sama dengan jarak antara Makkah dan Hajar sebuah Kota di Bahrain atau sama dengan jarak antara Makkah dan Busyra dekat Damsyik.” [HR. Bukhari, Muslim, At-Tarmidzi, An-Nasai, Ahmad]
Dari al-Bara’ ra katanya: Rasulullah s.a.w adalah seorang pria yang berbadan tegak, berbahu lebar dan berambut panjang sehingga menjuntai ke cuping telinga. Baginda memakai pakaian yang berwarna merah. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang indah, seindah Nabi saaw. [HR. Bukhari, Muslim, At-Tarmidzi]
Wanita-wanita yang pernah dinikahi Nabi saaw:
1.      Khadijah Al-Kubra binti Khuwailid
2.      ‘Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq
3.      Hafshah binti Umar bin Khaththab Al-Faruq
4.      Saudah binti Zam’ah
5.      Shafiyah binti Huyayy bin Akhtab
6.      Maymunah
7.      Ramlah (Ummu Habibah) binti Abu Shafyan
8.      Hindun
9.      Zaynab binti Jahsy
10.  Juwayriyah binti Al-Harits
11.  Maryam
Nabi menikahi banyak wanita bukan disebabkan beliau adalah seorang maniak sex. Beliau menikahi wanita-wanita itu adalah dengan maksud-maksud yang mulia. Salah satu contohnya adalah ketika beliau menikahi Shafiyah. Shafiyah adalah ‘Ibu’ Bani Quraidhah dan Bani Nadhir. Seorang wanita yang dihormati kaumnya. Suaminya terbunuh dalam peperangan melawan kaum muslimin, dan dia menjadi tawanan kaum muslimin. Maka beliau saaw membebaskan, memerdekakan, dan menikahi Shafiyah untuk memelihara kedudukannya. Begitu pula dengan Aisyah. Aisyah adalah wanita yang cerdas. Rasul berharap bahwa Aisyah dapat mengajarkan kaum wanita tentang hal-hal kewanitaan dalam agama Islam. Bukan disebabkan Rasulullah pengidap Pedophilia. Demikianlah pernikahan Rasulullah, masing-masing pernikahan beliau memiliki kisah yang terhormat.
Anak-anak Rasulullah saaw dari Khadijah dan Maryam:
1.      Qasim
2.      Abdullah Ath-Thayyib Ath-Thahir
3.      Fathimah Al-Batul
4.      Zaynab
5.      Ruqayyah
6.      Ummu Kultsum
7.      Ibrahim (dari Maryam)
Cucu-cucu Rasulullah saaw dari puterinya, Fathimah ra:
1.      Hasan
2.      Husayn
 
Demikianlah ringkasan kisah kehidupan Nabi Muhammad Al-Musyaffa’ saaw.  Untuk dapat lebih mengenal beliau saaw, maka pelajarilah Al-Qur`an, kitab-kitab hadits, kitab-kitab aqidah, kitab-kitab fiqih, kitab-kitab sirah dan tarikh, dsb. Kenali dan ikutilah jalan yang dilalui Muhammad Rasulullah saaw. Sungguh, dia berada di atas Jalan Lurus (Shirothol Mustaqim). Jadilah kita kebanggaan dan kecintaan Rasulullah saaw. Amin.


Categories