Posted by: amrandazmind | April 1, 2008

Obat Segala Macam Penyakit

Mengapa kita sakit? Setidaknya ada 2 kemungkinan mengapa kita sakit. Pertama, mungkin karena kita banyak melakukan dosa. Kedua, karena kita kurang beribadah.

Dosa adalah Bibit Penyakit

Rasulullah pernah bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkan tentang penyakitmu dan penawarnya? Camkanlah, bahwa penyakitmu ialah dosa, dan penawarnya ialah istighfar (memohon ampun kepada Allah).”

Rasulullah menjelaskan bahwa bibit dari segala penyakit adalah dosa. Sehingga obat penawar dari segala penyakit adalah istighfar. Sebenarnya segala kuman dan zat-zat berbahaya telah ada pada tubuh kita sejak kecil. Namun, tubuh dari jiwa yang bersih akan sanggup untuk mengatasinya. Tubuh akan kehilangan sebagian kemampuannya ketika seseorang berbuat dosa.

Ketika seseorang berbuat dosa, maka rusaklah qolbunya dengan satu titik gelap. Kerusakan ini juga mengakibatkan kerusakan pada bagian-bagian tubuh sebagaimana sabda Nabi SAW bahwa jika hati rusak, maka rusaklah jasad. Dengan kerusakan pada suatu organ, ketidak-seimbangan hormon, atau kerusakan lainnya, maka tubuh kita tidak dapat mengatasi bahaya dari suatu zat atau bakteri yang ada pada tubuh kita. Maka timbullah penyakit.

Istighfar akan menghapus dosa dan memperbaiki hati. Maka beruntunglah dengan keuntungan dunia dan akhirat bagi mereka yang selalu membersihkan jiwa. Qolbu yang membaik akan mengembalikan kondisi dan fungsi dari bagian-bagian tubuh.

Para peneliti hado (barokah mungkin berkaitan dengan hado positif) menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami masalah lever, biasanya orang tersebut mempunyai isu kemarahan. Panjang gelombang yang dihasilkan oleh kemarahan sama dengan panjang gelombang yang dihasilkan oleh molekul-molekul dari sel-sel pembentuk lever. Demikian juga perasaan sedih selaras dengan darah, sehingga orang yang sedih cenderung mudah terkena leukimia dan stroke jenis pendarahan. Rasa kesal yang terus-menerus akan merusak sistem saraf, sering kali menjurus ke nyeri, kepekaan, dan kekakuan otot di leher bawah dan pundak.

Secara ilmiah, memang ada hubungan antara qolbu dan tubuh, antara jiwa dan raga. Dosa yang merusak qolbu, secara ilmiah, diakui dapat merusak tubuh. Maka benarlah sabda Rasulullah SAW.

Kurang Beribadah

Kurang beribadah di sini bukan berarti malas beribadah. Kurang beribadah di sini adalah ketika seseorang telah melakukan ibadah wajib dan sunnah, namun Allah telah menetapkan maqom tertentu baginya pada masa yang Dia tetapkan, dan ibadahnya belum cukup untuk mengantarkannya ke maqom tersebut. Maka Allah berikan penyakit padanya hingga ia sampai kepada maqom tersebut disebabkan ibadah hati berupa sabar dan ikhlash.


Responses

  1. bagaimana dengan org yg ibadahnya bisa dibilang baik, tetapi ia terserang penyakit kanke bahkan sampai menghembuskan nafas terakhirnya, padahal sering saya mendengar ia sedang berzikir bahkan melakukan ibadah yang lain. sedangkan banyak org yang jauh lebih sering melakukan perbuatan dosa tetapi tdk terjangkit penyakit??

  2. icha yang di rahmati Allah,..bahwa rahasia Allah sangatlah tak terkira oleh kita, dengan tetap ber “husnuzhon” bahwa memang banyak orang yang ibadahnya banyak, sering berzikir dan melakukan ibadah yang lain, tapi disini ahli ibadah tersebut terkena penyakit, ini pertanda bahwa Allah sangat sayang kepada Ahli ibadah tersebut, dan Allah akan uji berupa kesabaran dalam menghadapi penyakit, yang pada Akhirnya Allah Ambil ke pangkuan-Nya agar segera menikmati indahnya alam Akhirat….

  3. seseorang sakit karena banyak melakukan dosa dan malas beribadah
    bagaimana dengan orang yang tidak melakukan dosa tapi mendapat cobaan penyakit sehingga ibadahnya tidak sempurna

  4. untuk masniati, semoga kita dirahmati ALLAH SWT. di dalam islam setiap orang yang beriman akan mendapatkan ujian, ujian baik ujian kesenangan maupun ujian kesusahan, bagi Orang Islam dalam menghadapinya dengan dua hal, yang pertama, jika kita mendapatkan kesenangan kita bersyukur, yang kedua jika kita mendapatkan kesusahan kita besabar. nah Allah SWT, akan menguji seberapa sabar, dan ujian itu akan mengangkat derajatnya menjadi lebih tinggi lagi. apakah dengan ujian misalnya sakit, ia tetap beribadah, atau malas beribadah…disinilah Iman itu diuji, ada hal yang menarik untuk setiap orang yang istiqomah melakukan Ibadah kepada Allah SWT , disaat seorang hamba tidak dapat melakukan ibadah dengan sempurna, dikarenakan Ujur(sakit) maka pahala tetap seperti orang yang melaksanakan dengan sempurna dikarenakan ke-istiqomahan( kontinuitas) -nya seorang hamba..Wallau ‘alam


Leave a response

Your response:

Categories